Dynamic Blinkie Text Generator at TextSpace.net

Selasa, 13 April 2010

Ketua K3S Kuningan Berikan Apresiasi Pelayanan KB MOW/MOP



Dalam upaya meningkatkan keserta
an ber-KB di Kabupaten Kuningan, Badan KBPP Kabupaten Kuningan bekerjasama dengan Rumah Sakit TNI AU dr. Sallamun Bandung dan RS Djuanda Kuningan, Rabu (13/4) melaksanakan Pelayanan KB MOW/MOP secara cuma-cuma bertempat di Gedung KORPRI Kuningan. Kegiatan tersebut mendapat sambutan yang antusias dari masyarakat, terbukti dengan banyaknya akseptor dari berbagai kecamatan, yakni 141 Akseptor MOW dan 3 Akseptor MOP. Turut hadir Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kuningan Ny.Hj. Utje Ch. Suganda, S.Sos, beserta jajarannya.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kuningan menjelaskan, ibu-ibu diharapkan memiliki kesadaran untuk hidup sehat. Dan mengikuti pola pengaturan kehamilan dan kelahiran yang merupakan salah satu metoda untuk menjaga kesehatan ibu.

Disamping itu, perlunya membentuk Keluarga Kecil (Catur Warga), sehingga tercipta Norma Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera. Hal ini penting dilakukan karena dewasa ini banyak muncul masalah-masalah sosial seperti, Kemiskinan dan pengangguran yang kesemua permasalahan tersebut disebabkan oleh Laju Pertumbuhan Penduduk yang tinggi.

“Kaitannya dengan permasalahan tersebut, Jalan keluar yang terbaik salah satunya dengan Pola “2 Anak Lebih Baik” .Sehingga dengan jumlah anak 2 akan lebih menjamin kesehatan dan pendidikan anak”. Ungkap Ketua TP PKK didampingi Kepala BKBPP Kabupaten Kuningan Drs. H. KMS Zulkifli, M.Si dan Kepala Bidang KB BKBPP Kabupaten Kuningan Drs. D. Rusyono, M.Si disela-sela sambutannya.

Lebih lanjut Ketua TP PKK Kabupaten Kuningan menyampaikan apresiasi dan ucapan terimakasih Kepada BKBPP Kabupaten Kuningan yang secara periodik memberikan Bakti Sosial Pelayanan KB kepada masyarakat, dan berharap agar kegiatan ini terus dilakukan, sehingga masyarakat dapat dengan mudah mendapatkan pelayanan KB.

“Kami merasa senang pada saat seperti ini Ibu Bupati bisa hadir di tengah-tengah kami, sehingga kami merasa reugreug.” Ungkap salah seorang Calon Akseptor yang siap memasuki ruang opersasi saat disalami oleh Ketua TP PKK Kabupaten Kuningan. (Ucu)

Selasa, 06 April 2010

BP4K Bentuk Kelompok Donor Darah



Dalam u
sianya yang ke 1 tahun Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BP4K) Kabupaten Kuningan, bukan hanya konsen akan tugas dan fungsinya saja melainkan memiliki rasa kemanusiaan yang tinggi juga, dengan dibentuknya kelompok donor darah. Sebelum pengukuhan, digelar donor darah yang diikuti sebanyak 30 pegawai BP4K. Pengukuhan dilakukan oleh Ketua PMI Kuningan Hj. Utje Ch Suganda sekaligus Ketua K3S Kuningan, Selasa (6/4). Disaksikan Sekjen PMI Kuningan, Drs. Sabar Effendi.

Menurut Kepala BP4K Kuningan, Ir. H. Dodi Nuracmatudin, MP. dibentuknya kelompok donor darah ini karena adanya rasa empati dan kepedulian terhadap kondisi kesehatan yang berekmbang dimasyarakat, yang difokuskan pada keadaan dan ketersediaan darah dalam upaya memenuhi permintaan pasien untuk pengobatan dan transfuse darah.

“Untuk itu keluarga besar BP4K bermaksud memberikan sumbangan darah dari para anggota. Dan melembagakan para pendonor ke dalam wadah Kelompok Donor Darah (KDD),”ungkap Kepala BP4K yang sudah tercatat sebanyak 6 kali mendonor ini.

Disamping itu, paling tidak jika ada bagian keluarga BP4K yang membutuhkan darah tidak mendapatkan kesulitan untuk mendapatkannya. Karena diharapkan anggota yang masuk disini tidak hanya sebatas mendonor sekarang melainkan bisa menjadi pendonor rutin atau pendonor siaga.

Disebutkannya, jumlah seluruh pegawai BP4K yang berada di kabupaten dan tingkat UPT seluruhnya 357 orang. Untuk pegawai yang telah mendaftarkan diri sebagai pendonor sebanyak 89 peserta dengan klasifikasi pendonor yang telah rutin 28, pendonor sewaktu-waktu 61. Adapun katagori darah Gol O 34, 24 orang Gol A, 19 orang Gol B dan AB 7 orang.

Dalam arahannya Kepala PMI Kabupaten Kuningan Hj. Utje Ch Suganda, mengatakan patut kita banggakan dengan terbentuknya kelompok kepengurusan donor darah di BP4K ini. Sehingga dapat membantu kepentingan khususnya keluarga besar BP4K dan masyarakat kuningan. Dengan harapan tidak terjadinya kurang persediaan, syukur jika lebih sehingga dapat membantu daerah lain.

Dibentuknya kelompok donor darah ini, Ketua PMI Kuningan sekaligus Ketua Tim Penggerak PKK Tingkat Kab. Kuningan, mengharapkan, menjadi program tetap 3 bulan sekali dan dapat diikuti oleh dinas,lembaga, badan, dan instansi lainnya.

Lebih lanjut diungkapkan juga kaitannya dengan keberadaan PMI Kabupaten Kuningan. PMI merupakan satu-satunya organisasi kemasyarakatan bidang sosial kemanusiaan, yang bertujuan meringankan penderitaan manusia apapun sebabnya tidak membedakan agama, bangsa, suku bangsa, bahasa, warna kulit, jenis kelamin, golongan darah dan politik.

Dalam melaksanakan tugasnya, dijelaskan Ketua PMI Kuningan, bahwa PMI senantiasa mengacu pada 7 prinsip dasar gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional, diantaranya kemanusiaan, kesamaan, kenetralan, kemandirian, kesukarelaan, kesatuan, dan kesemestaan.

“Apa yang telah diberikan PMI untuk kegitan kemanusiaan lingkupnya bukan hanya daerah atau nasional melainkan sudah mencangkup kepentingan dunia. Untuk itu apa yang telah dilakukan oleh pendonor darah khususnya lingkup BP4K merupakan bagian dari kepedulian untuk dunia juga,” harapnya.

Dalam kesempatan itu Ketua PMI Kuningan mengukuhkan kepengurusan Kelompok Donor Darah. Sekaligus dilakukan penyerahan kartu kepengurusan. Untuk nama kelompok donor darah Ketua BP4K menyerahkan kepada Ketua PMI. Namun, untuk namanya Ketua PMI masih mempertimbangkannya.(N).

Senin, 05 April 2010

TABLIGH AKBAR BERSAMA ISTRI GUBERNUR JAWA BARAT



Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bidang kewanitaan menghadirkan Istri Gubernur Jawa Barat Ny. Hj. Netty Prasetyani, M.Si sebagai penceramah atau yang memberikan tausiyah, yang diawali dengan pemaparan hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW oleh Ibu Hj. Siti Mahmudah, S.Pdi. mengatakan bahwa pengikut Nabi Muhammad salah satunya adalah harus senantiasa berbuat baik kepada Ibu.


Saat itu hadir pula Ketua TP PKK Kabupaten Kuningan, Hj. Utje Ch. Suganda, sekaligus Ketua K3s dalam sambutannya beliau memberikan apresiasi terhadap kunjungan Istri Gubernur tersebut yang bersedia hadir untuk kedua kalinya di Kuningan, ungkapan terima kasih disampaikan pula kepada seluruh wanita PKS dan masyarakat Kuningan yang telah bersedia hadir sehingga terjalin silaturahmi. Ibu Utje mengatakan bahwa kehadiran pada acara tersebut, merupakan perwujudan bentuk kecintaan kepada nabi Muhammad SAW, sekaligus mengambil hikmah keteladanan serta menjadikan nabi Muhammad SAW sebagai panutan. Bercermin dari Maulid nabi, mari kita merenungi apa yang telah kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari.


Ny. Hj. Netty Prasetyani, M.Si, dalam tausiyahnya, peringatan Maulid Nabi adalah untuk merenungi apa yang sudah kita lakukan serta apa yang sebenarnya sudah diteladani dari Nabi Muhammad SAW, beliau berharap semoga yang hadir pada saat itu diakui golongan Nabi Muhammad SAW dan mendapat safaat . Dalam kehidupan ini kita memerlukan figur, idola yang bisa dijadikan teladan, butuh petunjuk.


Bagi umat beragama Islam, orang yang bisa dijadikan teladan, idola, figur adalah Nabi Muhammad SAW, sedangkan petunjuk hidup kita adalah Al-Qur’an, Nabi Muhammad SAW, walaupun sudah memilki jaminan masuk surga, tetapi beliau senantiasa menunjukkan rasa syukur dengan rajin beribadah wajib maupun sunnah malam, hal tersebut semoga menjadi acuan bagi kita umat islam.


Disebutkannya, ada 4 syarat manusia bisa masuk surga, pertama menyebarkan salam, kedua memberikan makanan bagi yang membutuhkan, ketiga membangun silaturahmi, dan terakhir melaksanakan shalat sementara orang lain sedang tertidur lelap.


Pesan yang disampaikan beliau, jagalah keluarga dan wujudkan keluarga harmonis, hindari menjadi orang yang selalu membuat masalah, yakin terhadap ajaran islam dan yakin apa yang diajarkan Nabi Muhammad SAW adalah konsep yang baik dan konsep tersebut akan lebih baik jika diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, jadilah sebagai muslim yang kompetitif dan bisa dibanggakan.


Setelah acara di gedung sanggariang ibu wakil gubenur bersama rombongan melanjutkan kunjungan ke ponpes Husnul hotimah dan ke SLB Taruna Mandiri di Caracas. Di SLB taruna mandiri beliau berkesempatan bertegur sapa dengan murid-murid yang ada di sana selain itu juga beliau berkesempatan meninjau bengkel-bengkel yang menjadi tempat praktek para murid SLB Taruna Mandiri, diantaranya Bengkel Menjahit, Bengkel Tata Boga, Bengkel Tata Busana, Bengkel Tata Rias, Bengkel Musik, Bengkel Massage dan Bengkel Therapy. (SUS)

Senin, 22 Maret 2010

Pembekalan Rohani Melalui Peringatan Maulid Nabi Muhamad SAW.


Lingkup Sekretaris Daerah Kab.Kuningan selenggarakan kegiatan memperingati Maulid Nabi Muhammad Saw. Sebagai upaya untuk meneladani akhlak dan sifat-sifat Nabi Muhammad Saw. yang mulai. Turut hadir Wakil Bupati Kuningan, H. Momon Rochmana, Unsur Muspida, para Asisten, kepala dinas, instansi, badan, Ketua TP. PKK ,unsur PNS lainnya, serta para wartawan yang meliput di wilayah Kuningan. Maulid kali ini menghadirkan Al-mukaram KH. Dodo Murtado, Lc.Bertempat di Pendopo Setda, Senin (22/3).


Dalam kesempatan itu, Bupati Kuningan H. Aang Hamid Suganda, mengatakan, kegiatan ini sangat positif sebagai pembekalan rohani dan penciptaan karakter yang mengarah pada upaya penguatan atau penanaman aqidah dan akhlak yang sesuai Syari’at Islam.


“Peristiwa maulid dan kisah perjuangaannya adalah pusaka spritual serta potret keunggulan sejarah peradaban manusia dari semula berada pada kondisi kelam, gelap gulita kemudian berubah menjadi terang benderang. Dalam pengertian mengenal Dzat Allah SWT. Sebagai Al khaliq, kemudian manusia di bebani kewajiban untuk beribadah kehadiratnya,”ungkapnya.


Proses kearah perubahan tatanan kemasyarakatan itu dibangun dengan kesungguhan kerja keras dan bahkan di tebus dengan gugurnya para syuhada. “Hal yang menarik dari ungkapan ayat-ayat Al-Qur’an bahwa kunci utama dari semua agenda perubahan yang disusun Rasullah SAW. Adalah pancaran akhlaknya yang sangat mulia,”katanya.


Disamping itu, melalui kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan rasa cinta kita terhadap Rasulullah SAW. Dan dapat meneladani akhlak dan sifat-sifat pribadi nabi yang luhur serta mulia.


“Semuanya harus dapat kita resapi, kemudian di aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, meliputi sifat disiplin, kerja keras, ramah, murah senyum dan berjiwa pemaaf. Terlebih lagi akhlak tersebut saat ini menjadi sesuatu yang langka, yang terpenting bagi kita selaku umatnya adalah bagaimana “Uswah Hassanah” atau memberikan contoh-contoh keteladanan,”pintanya.


Lebih lanjut, Kepala Bagian Kesra, Jatnika, SH, M.Pd., selaku Ketua Penyelenggara menuturkan, maksud kegiatan ini untuk menanamkan, memupuk dan menambah rasa mahabah (kecintaan) kita kepada Rasulullah SAW.


Adapun tujuannya, untuk mengungkap dan mengembangkan kembali sejarah kehidupan Rasulullah SAW. Kemudian untuk diteladani sebagai jihad/perjuangan didalam menegakan Agama Islam yang dapat dijadikan pelita akar kehidupan perjuangan serta pedoman dimasa sekarang dan akan datang. (N).

Rabu, 10 Maret 2010

Denny Prasetya (Alm), Sosok Pemuda Pencinta Alam dan Selalu Minta Restu Ibu


Gunung Wayang, Disini terbaring seorang anak bangsa yang telah berkorban jiwa dan raga demi kepentingan bangsa dan Negara “Denny Prasetya” . Kuningan, 25 Mei 1990. Wafat di Gunung Wayang 6 Maret 2010. Tidurlah saudaraku, kami teruskan cita-cita dan perjuanganmu. Wanadri (Perhimpunan Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung).

Di rumah yang sederhana, bertempat di Dusun Wage, Desa Windujanten, Kec. Kadugede terlahirlah sosok seorang anak dari pasangan Entin dan Rustandi. Dia memiliki kepribadian yang murah senyum, sabar, pendiam dan memilki semangat hidup. Tetapi yang membedakan dari anak lainnya dia memiliki kecintaan pada alam begitu besar. Dialah Denny Prasetya sosok pemuda pencinta alam.

Kecintaannya akan alam sudah tampak sejak kecil, setelah menginjak sekolah di SMAN 3 Kuningan dia mendaftarkan diri menjadi anggota pencinta alam (PA). Setelah lulus antusiasnya untuk menjadi pendaki handal dibuktikannya dengan mengikuti seleksi menjadi anggota Perhimpunan Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung yang berada di Bandung.

Tak lama kemudian ketika seleksi rintangan demi rintangan dapat ia lewati, yang paling berkesan diungkapkan ibunya, Entin, kelahiran 1965, saya merasa terharu saat diundang pada acara pelantikan menjadi anggota Wanadri, bertempat di Tangkuban Perahu Kawah Upas. Karena dari sekian banyak anggota yang mendaftar Denny lolos menjadi anggota bahkan dia termasuk yang paling muda. Saat itu dia masuk dengan keanggotaan 912 Bayu Windu-Srikandi Silva pada tahun 2008.

Baru setahun menjalankan tugasnya, Denny yang termasuk anggota paling muda, mendapatkan musibah dengan seorang temannya yang berasal dari Ciamis hingga akhirnya dia wafat di Gunung Wayang, Munurut laporan Kepolisian Resort Kota Cimahi Sektor Cisarua. Kronologis kejadian perkara, yakni saat kedua korban sedang melakukan pendataan tentang kondisi area Gunung Burangrang bersama temannya, sejumlah 16 orang, penugasan dibagi 4 regu terpencar dengan titik temu di Puncak Gunung Sunda.

Setibanya di puncak kebetulan kedua korban sedang berada dalam bifak tiba-tiba tersambar petir. Sehingga kedua korban meninggal di tempat kejadian, tetapi mereka tidak terdapat luka bakar, diduga korban meninggal akibat jilatan voltage tinggi aliran listrik yang disambar saluran petir. Kejadiannya Sabtu, Kejadian berlangsung, Sabtu (6/3) sekitar jam 17.00 WIB

Saat di temui, ibunya mengungkapkan, saya merasa ikhlas atas kepergian Denny. Kendati sangat berat harus diterima. Yang membuat kami bahagia dia wafat dalam menjalankan amanahnya sejalan dengan cita-cita dan impiannya untuk menjadi seorang Pencinta Alam.

“Bagi saya dia sosok anak yang sholeh, sekalipun tugas yang ia dapatkan begitu keras sebagaimana dia mesti mengalahkan tingginya gunung, kerasnya cadas, dinginnya embun, panasnya kawah. Namun, dalam kehidupan keseharian dia penuh kelembutan dan kehalusan. Setiap tutur katanya, terutama saat dirumah begitu akrab terlebih lagi sering berada di pangkuan terutama setelah lama tidak jumpa,”ungkap ibunya sambil meneteskan air mata.

Dari mulutnya sering terlontar “ Bu, bu, bu…… Denny janji tidak akan menyusahkan ibu, Denny ingin membahagiakan ibu “. Ucapan itu diiringi dengan pelukan. Semakin erat pelukannya semakin berat melepaskannya, sampai saat ini suara itu masih terhening seakan-akan mengingatkan bahwa Denny masih ada.

Sampai sekarang saya masih merasa bahwa Denny saat ini sedang berada di Bandung dalam menjalankan tugasnya. Saya rindu senyumannya yang membuat saya tetap tegar menjalankan hidup ini. Dan saya merasa bangga dia bukan hanya anak yang pantang menyerah melainkan anak yang tergolong cerdas juga. Karena ketika sekolah selalu mendapat rangking sepuluh besar. Kecerdasan itu pun turun kepada adiknya yang lulus PMDK kini tercatat sebagai Mahasiswi IPB jurusan fisika.

“Dimata masyarakat Denny tergolong anak yang gemar menolong, sekalipun dirinya harus kehilangan waktu, materi bahkan nyawa sekalipun. Seperti yang dilakukan saat detik-detik terakhir, dimana dia sempat menjadi bagian tim pencari korban hilanganya pendaki di Gunung Ciremai yang belum lama ini,”katanya sambil memegang sal sebagai simbol perjuangannya, bahkan keringatnya pun masih ada.

Disaat hari yang masih mengharukan, Ibu Utje Ch. Suganda selaku Ketua K3S dan Ketua TP. PKK Kuningan. Turut berduka cita dengan datang ke pemukimannya, dia berpesan agar keluarga yang ditinggalkan dapat tabah menerima cobaan sebagai takdir Illahi dan tetap semangat menjalani kehidupan ini.

Dan dia berharap, kepergian Denny sebagai sosok pemuda pencinta alam dapat menjadi teladan bagi generasi muda. Untuk senantiasa mencintai alam agar tetap lestari. Kaitannya dengan adik korban yang kini sudah tercatat sebagai mahsiswi IPB akan membantu untuk memfasilitasinya.

Kepergiannya meninggalkan kesan yang cukup mendalam di Wanadri, terlebih lagi dia tergolong anak yang paling aktif dan muda. Pantaslah jika kepergiannya mendapatkan penghargaan sebagai anak bangsa terbaik. Sebagaimana tertulis dalam penghargaan terakhirnya yang diberikan Wanadri, yakni Gunung Wayang, Disini terbaring seorang anak bangsa yang telah berkorban jiwa dan raga demi kepentingan bangsa dan Negara “Denny Prasetya”. Kuningan, 25 Mei 1990. Wafat Gunung Wayang 6 Maret 2010. Tidurlah saudaraku, kami teruskan cita-cita dan perjuanganmu.. (N).