Dynamic Blinkie Text Generator at TextSpace.net

Senin, 31 Januari 2011

Bulan Dana PMI “ Berikan Penghargaan pada Pihak yang Berpartisipasi”



Bertempat Aula Bank Jabar Banten pada Rabu (26/1) Bupati kuningan H. Aang Hamid Suganda menutup Bulan dana PMI Kabupaten Kuningan tahun 2010 sekaligus menyerahkan penghargaan kepada Dinas, Instansi, Lembaga, Badan dan kecamatan terbaik dalam pelunasan dan percepatan bulan dana PMI. Hadir dalam acara tersebut hadir unsur Muspida Kabupaten Kuningan, Ketua Pengadilan Negeri Kabupaten Kuningan, Wakil Bupati Kuningan H. Momon Rochmana, Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan H. Nandang Sudrajat yang juga selaku ketua panitia bulan dana PMI, Ketua PMI Kabupaten Kuningan Hj. Utje Ch Suganda, para kepala SKPD se-kabupaten Kuningan, para Camat dan Pimpinan BUMD/BUMS se- kabupaten Kuningan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan yang juga Ketua Panitia bulan dana PMI Kabupaten Kuningan Drs. H. Nandang Sudrajat menjelaskan bahwa bulan dana PMI dilaksankan selama tiga bulan mulai bulan September sampai dengan Desember 2010, sedangkan ununtuk pemeberian penghargaan diberikan kepada kepada Dinas, Instansi, Lembaga, Badan dan kecamatan terbaik dalam pelunasan dan percepatan bulan dana PM dimana untuk kategori nilai Rp. 6,5 Juta untuk juara satu yaitu Kecamatan Cigugur, ke dua Kecamatan Luragung dan ketiga Kecamatan Cilimus. Untuk kategori B diatas nilai Rp. 4 Juta untuk juara pertama diaraih oleh kecamatan Lebakwangi, juara kedua Kecamatan Cigandamekar dan juara ke tiga Kecamatan Garawangi. Untuk kategori C diatas nilai Rp.2-4 juta juara pertama diaraih oleh kecamatan Mandirancan, juara dua diaraih oleh kecamatan Pancalang, juara tiga diaraih oleh kecamatan Cibeureum sedangkan untuk SKPD peringkat pertama diaraih oleh Samsat, peringkat kedua oleh Kantor DisdukCapil, peringkat tiga oleh kantor BTPN, peringkat empat oleh Bank Jabar banten dan untuk peringkat ke lima oleh kantor pos & giro. sedangkan untuk juara umum masih seperti tahun lalu dipegang oleh kecamatan Ciawigebang

Hj. Utje Ch Suganda, Sos selaku ketua Palang Merah Indonesia kabupaten Kuningan dalam sambutannya mengungkapkan tujuan dari Bulan dana PMI dimaksudkan untuk memotivasi segenap lapisan masyarakat melalui PMI, menanamkan rasa kasih saying dan kesadaran bahwa setiap individu saling menolong, serta memberikan pendidikan khususnya kepada generasi muda agar dapat menyumbangkan tenaga dan pikirannnya dalam menghimpun dana untuk PMI. “ saat ini pelaksanaan bulan dana PMI 2010 tersebut sudah berakhir dan pengurus PMI kabupaten Kuningan melaporkan hasilnya sebagai bentuk pertanggungjawaban, dengan prosentase 80 % meningkat dari tahun 2009” tambahnya.

Hj. Utje Ch. Suganda juga memaparkan bahwa pengunaan bulan dana PMI meliputi : sumbangan wajib bulan dana ke PMI Jawa Barat 10 % dari pendapatan keseluruhan, kesiap siagaan bencana alam, bantuan sosial baik di wilayah kabupaten maupun di Luar Kabupaten Kuningan sesuai 7 prinsif dasar palang merah internasional, untuk biaya operasional PMI Kabupaten Kuningan, pembinaan KSR/TSR/PMR seperti mengikuti kegiatan Jumbara TK provinsi dan tingkat Nasional, pelatihan-pelatihan kepalang merahan dalam rangka meningkatkan SDM, perawatan Kantor, ATK, dan gaji Pegawai PMI, mengirimkan relawan ke lokasi bencana seperti ke Dayeuh Kolot Ciwidey Bandung selatan, Pembinaan PMR ke sekolah-sekolah sesuai tingkatannya, mengirimkan pelatihan KSR tingkat Provinsi Jawa Barat, mengirimkan petugas pertolongan pertama (PP) pada setiap even yang mengerahkan banyak massa. “ selain itu, saya pun ingin menginformasikan bahwa PMI kabupaten Kuningan selain melaksanakan bulan dana juga turut serta dalam penanggulangan bencana alam, melaksanakan pelayanan kesehatan dan transfusi darah, melakukan pembinaan terhadap generasi muda dan relawa, merekrut anggota KSR, TSR dan PMR serta sosialisasi baik langsung atau media masa, juga andanya balai pengobatan siaga yang melayani masyarakat umum maupun peserta Jamkesmas” tambahnya.

Hj. Utje Ch Suganda selaku Ketua PMI Kabupaten Kuningan mengucapkan terima kasih kepada seluruh Panitia bulan dana PMI 2010 dan semua pihak yang telah memberikan kepercayaan kepada PMI untuk mengelola hasil pengumpulan bulan dana.

Bupati Kuningan H. Aang Hamid Suganda dalam sambutannya mengungkapkan bahwa keberadaan PMI Kabupaten Kuningan sangat membantu masyarakat terutama ketika terjadi bencana. Terutama dalam rangka mencermati berbagai musibah dan bencana baik di Kabupaten Kuningan, PMI Kabupaten Kuningan memiliki p-eran yang tidak kecil baik dalam melakukan penggalangan dana maupun memberikan bantuan kepada korban bencana.

“ Untuk itu keterlibatan unsur masyarakat semakin diperluas agar gema bulan dana PMI dapat tersosialisasi lebih awal, sehingga hasil yang diperoleh dalam pengumpulan dana mampu ditingkatkan jumlahnya, selain itu PMI juga perlu mencari kiat atau terobosan baru dalam pengumpulan dan misalnya dengan melibatkan PNS yang ada di Kabupaten kuningan, Para Pengusaha dan tokoh masyarakat,”kata Bupati Kuningan. (JO).

Kamis, 09 Desember 2010

Hj. Utje Ch. Suganda Terima Penghargaan Peduli Penyandang Cacat



Hj. Utje Ch. Suganda mendapatkan piagam penghargaan atas perhatian, jasa dan karyanya terhadap upaya peningkatan taraf hidup dan martabat para penyandang cacat di Kabupaten Kuningan, dari Gubernur Propinsi Jawa Barat yang diserahkan melalui Wakil Gubernur Jabar Dede Yusuf, Kamis (9/12) Bandung, Pemda Provinsi Jabar.

Penghargaan ini diberikan berdasarkan Keputusan Gubernur Jabar No.002/Kep.1691-BKD/2010, tentang penghargaan kepada tokoh yang peduli terhadap para penyandang cacat (Penca) dalam rangka memperingati Hari Internasional Penca Tingkat Profinsi Jabar.


Dalam arahannya Wagub Jabar menyatakan, piagam ini diberikan kepada tokoh yang berada di Kota Madya Bandung dan Kabupaten Kuningan yaitu Hj. Utje Suganda. Karena di Jawa Barat kedua wilayah tersebut memiliki perhatian kepada Penyandang cacat. “Semoga hal ini dapat menjadi teladan untuk wilayah lain yang berada di Jabar dan lainnya lebih peduli lagi kepada penyandang cacat,” kata Wagub Jabar usai penyerahan Piagam penghargaan.


Dikatakannya, penyandang cacat harus diberdayakan terlebih lagi memiliki kesamaan seperti halnya fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh Negara sebagaimanatertulis dalam Pasal 34 UUD 45.


Menurut Ketua Komisi Pemberdayaan Penyandang Cacat (KPPC) Kuningan Elon Carlan, M. Mpd. menyatakan piagam penghargaan ini sudah sepantasnya diberikan kepada Ibu Hj. Utje . karena banyak hal yang dilakukannya untuk mengangkat martabat penyandang cacat mulai tahun 2003 hingga 2010. “Dan saya yakin kepeduliaan ini akan di lakukannya tanpa mengenal waktu,’ungkapnya.


Dijelaskan Elon Carlan, adapun kepedulian terhadap penyandang cacat diantaranya, di tahun 2003 hingga 2010 banyak terobosan yang dilakukannya, yakni di tahun 2003 merintis terbentuknya Komisi Pemberdayaan Penyandang Cacat (KPPC) Kab. Kuningan sebagai lembaga koordinasi bidang kecacatan dalam mengimplementasikan Peraturan Pemerintah RI Nomor 43 Tahun 1998.


Lalu tahun 2005 Andil dalam mensukseskan olah raga sepak bola Tuna Daksa Manurung Cup Tingkat Nasional di Kabupaten Kuningan. Untuk Tahun 2007 merintis berdirinya Panti Sosial Cacat Ganda dan SLB Model di Kabupaten Kuningan yang merupakan Pilot Project Provinsi Jawa Barat. Pada tanggal 8 Januari 2008 maka diresmikanlah Sentra Pk & Plk Slbn Taruna Mandiri Kab. Kuningan oleh Gubernur Jawa Barat yang beralamat di Jalan Raya Caracas – Mandirancan Desa Sampora Kecamatan Cilimus Kabupaten Kuningan.


Tidak sampai disitu, ternyata Tahun 2008 Hj. Utje turut andil memperjuangkan 17 orang penyandang cacat menjadi Pegawai Negeri Sipil yang ditempatkan di berbagai instansi sesuai pendidikan dan kompetensinya masing-masing sesuai UU Nomor 4 Tahun 1997 Tentang Penyandang Cacat.


Dan tahun 2009 menjadi Manager dalam lomba festifal band antar pelajar SLB Tingkat Nasional di Malang Jawa Timur, dan SLBN Taruna Mandiri Kuningan yang mewakili Jawa Barat menduduki peringkat ke 2 se Indonesia. Yang lebih mengembirakan mamapu membawa BPOC Kab. Kuningan menduduki peringkat 2 besar pada Pekan Olahraga Penyandang Cacat Provinsi (Porcaprov) Jawa Barat tahun 2010.


Kaitannya dengan penghargaan ini, Hj. Utje Ch Suganda yang selama ini menjadi Ketua Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (K3S) Kuningan sekaligus Ketua TP. PKK tingkat Kabupaten Kuningan mengatakan, penghargaan ini merupakan penghargaan untuk Kabupaten Kuningan. Semoga hal ini dapat memberikan motivasi untuk meningkatkan kepedulian kita semua untuk memberdayakan penyandang cacat di Kuningan. Sehingga mereka juga bisa disejajarkan dengan kita.


Dalam kesempatan ini, Band SLB Taruna Mandiri Cilimus binaan Hj. Utje juga mendapatkan penghormatan untuk pentas pada puncak acara peringatan HIPENCA ini. (N).

Jumat, 03 Desember 2010

ALUMNI SMAN 7 JAKARTA GELAR BHAKTI SOSIAL DI KUNINGAN






Keluarga besar Alumni SMAN 7 Jakarta (Sevenist Club) bekerjasama dengan Koordinator Kegiatan Kesejahtraan Sosial (K3S) kabupaten kuningan, Minggu 28 November 2010 menggelar acara bhakti sosial ke-4 bertema “Satukan hati” bertempat di Gedung Olahraga Ewangga kabupaten Kuningan.

Acara bhakti sosial ”Satukan Hati” dengan mengangkat filosofi “Bersama-sama, kita satukan hati dan daya, mencapai kerja yang lebih besar” diisi dengan kegiatan pengobatan umum gratis, bedah minor, khitanan massal serta pembagian sembako ditujukan untuk 1000 orang penerima bantuan yang tersebar dari 32 kecamatan se-kabupaten kuningan.

Turut menghadiri bupati kuningan H. Aang Hamid Suganda,S.Sos, Wakil bupati kuningan Drs Momon Rochmana, MM, Ketua DPRD H. Acep Purnama, SH,M.H, Ketua TP PKK kabupaten Kuningan Hj Utje Ch Suganda sekaligus ketua K3S kuningan, Dandim 0615 Letkol Arm. Mulyono serta kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja kabupaten kuningan Drs. Dian Rachmat Yanuar, MSi.

“Maksud dan tujuan diselenggarakannya kegiatan ini yaitu selain untuk mempererat silaturahmi juga dalam rangka meningkatkan kepedulian dan kebersamaan dalam berbuat kebajikan untuk membantu meringankan beban masyarakat melalui bentuk nyata kepedulian sosial dan mengenal kabupaten kuningan lebih dekat khususnya potensi wisata” Papar Drs. Dian Rachmat Yanuar, MSi selaku ketua panitia.

Menurutnya, guna memperlancar kegiatan ini pihaknya telah berkoordinasi serta melibatkan tim sevenist club yang terdiri-dari tim dokter berpengalaman dalam praktek bedah, pengobatan umum ditambah dengan personil pendukung dan pihak K3S sendiri yaitu pengurus K3S, pengurus TP.PKK, PMI, tim medis/tim dokter dan mitra kerja K3S lainnya.

Sementara itu H. Utje Ch Suganda selaku Ketua K3S kabupaten kuningan menyampaikan selamat datang pada para alumni SMAN 7 Jakarta serta menyambut baik diselenggakannya kegiatan bhakti sosial tersebut.

Menurutnya, terpilihnya kabupaten kuningan sebagai tempat untuk pelaksanaan baksos merupakan pilihan tepat, peran serta aktif organisasi sosial yang dalam hal ini alumni SMAN 7 Jakarta sangat diperlukan dalam mendukung pencapaian keberhasilan pembangunan.

Hal senada juga diungkapkan Bupati Aang, Beliau mengatakan gagasan mulia diadakannya bhakti sosial ini merupakan ajang mempererat tali silaturahmi diantara keluarga besar alumni 7 jakarta sekaligus dapat berbuat sesuatu yang berharga bagi sesama.

Bupati Aang berharap dengan terselenggaranya kegiatan bhakti sosial ini dapat menjadi inspirasi bagi komponen atau organisasi lainnya untuk senantiasa mengedepankan semangat solidaritas serta kepedulian terhadap sesama.

Lebih lanjut beliau mengatakan, keberadaan kontribusi pilar partisipan yang diprakarsai oleh keluarga besar alumni SMAN 7 Jakarta serta K3S kabupaten kuningan sangat sinergis dengan kebijakan strategis pemerintah kabupaten kuningan dalam sektor pembangunan sosial yaitu memprioritaskan penanganan masalah kesejahtraan sosial. (bn)

Selasa, 16 November 2010

K3S Kuningan Gelar Bina Wilayah Organisasi Sosial

Untuk mengetahui perkembangan organisasi sosial yang berada di Kuningan Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (K3S) Kuningan yang di ketuai Hj. Utjhe Ch. Suganda. Mulai tanggal 2 Nopember hingga 30 Desember melaksanakan pembinaan dan penyuluhan organisasi sosial atau perkumpulan sosial yang dibentuk oleh masyarakat baik yang berbadan hukum maupun tidak tetapi bergerak di bidang usaha kesejahteraan sosial (UKS) dan terdaftar di instansi terkait.

Menurut Drs. H. Sobana selaku Ketua Harian K3S Kab. Kuningan kegiatan dilakukan mulai tanggal 2 November hingga 30 Desember 2010. adapun jumlah organisasi sosial yang akan dikunjungi sekitar
42 organisasi sosial se-Kabupaten. Dengan melibatkan unsur pengurus K3S, Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kab. Kuningan, Bagian Kesra Setda, dan Humas Setda.

Kegiatan yang akan rampung hingga akhir tahun ini, dikatakan Drs. H. Sobana, merupakan salah satu program kerja K3S Kabupaten Kuningan yang sejalan dengan SK. Bupati Kuningan Nomor : 400/kpts.125-Kesra/2009 Tentang Pembentukan Pengurus Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (K3S) Kabupaten Kuningan Tanggal 13 April 2009.


Menurutnya, kegiatan pembinaan dan penyuluhan ini rutin dilakukan setiap tahun dengan tujuan memberdayakan partisipasi sosial masyarakat (parsosmas) terhadap penyandang masalah kesejahteraan sosial di Kab. Kuningan. Sebelumnya setiap awal tahun kami
mendata dan menginventarisasi organisasi sosial atau perkumpulan sosial yang dibentuk oleh masyarakat baik yang berbadan hukum maupun tidak tetapi bergerak di bidang usaha kesejahteraan sosial (UKS) dan terdaftar di Dinas Sosial & Tenaga Kerja Kabupaten Kuningan

‘Usai dilakukan pendataan dan inventarisasi nantinya organisasi sosial yang sudah terdata tersebut akan dibimbing dan diberikan penyuluhan langsung tentang usaha kesejahteraan sosial,’’katanya.


Lebih lanjut dikatakan, Wibawa Gumbira, S.Sos selaku Humas K3S Kab. Kuningan, kegiatan bina wilayah untuk Orsos penyelenggara usaha kesejahteraan sosial ini merupakan program unggulan dari Dewan Nasional Indonesia Untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS) sebagai Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) Tingkat Nasional. Program ini diperkuat juga Surat Keputusan (Kepmen) Nomor: 72/HUK/2010 tentang pengukuhan DNIKS.


“Dan alhamdulilah dari sekian banyak K3S Kabupaten/Kota se-Indonesia hanyalah K3S Kabupaten Kuningan di bawah pimpinan Hj. Utje Ch. Suganda, S.Sos yang tetap konsisten dalam pembinaan dan penyuluhan terhadap organisasi sosial dan fakta ini diperkuat oleh surat dari Ketua Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial (BKKKS) Provinsi Jawa Barat No:084/Sekr/BK3S-Jabar/X/2010 perihal pemberitahuan,”ungkapnya.

.

Senin, 01 November 2010

KEGIATAN SOSIAL HJ. UTJE Ch. SUGANDA, S.Sos

Kepedulian Ketua K3S Kuningan Hj. Utje Ch. Suganda, S.Sos., terhadap kondisi masyarakat yang memliki kebutuhan khusus baik dilihat dari sudut fisik, mental bahkan kondisi ekonomi dan sosial budaya maupun lainnya. Menjadikan bagian dari pekerjaan sehari-harinya yang senantiasa memberikan sesuatu yang bermanfaat untuk orang lain. Hal ini dilakukannya dengan melihat dan mendengar langsung kemudian merealisasikannya dalam bentuk aksi nyata yang dampaknya dapat dirasakan langsung oleh mereka. Adapun kegiatan yang telah dilakukan selama menjabat ketua K3S dari tahun 2003-2010 t, diantaranya:


1. Perintis terbentuknya Komisi Pemberdayaan Penyandang Cacat (KPPC) Kab. Kuningan pada Tahun 2003 sebagai lembaga koordinasi bidang kecacatan dalam mengimplementasikan Peraturan Pemerintah RI Nomor 43 Tahun 1998.

2. Memperjuangkan 17 orang penyandang cacat menjadi pegawai negeri sipil yang ditempatkan di berbagai instansi sesuai pendidikan dan kompetensinya masing-masing sesuai UU Nomor 4 Tahun 1997 Tentang Penyandang Cacat.

3. Menyediakan kantor K3S Kab. Kuningan secara tersendiri di Jl. Pramuka No. 53 Kelurahan Purwawinangun Kecamatan Kuningan.

4. Tahun 2005 Andil dalam mensukseskan olah raga sepak bola Tuna Daksa Manurung Cup Tingkat Nasional di Kabupaten Kuningan

5. Tahun 2006 membawa BPOC Kab. Kunigan menduduki peringkat 4 besar Pekan Olahraga Penyandang Cacat Provinsi (Porcaprov) Jawa Barat

6. Sebagai Ketua PMI Kab. Kuningan membentuk Bank Darah di tiap desa se Kab. Kuningan.

7. Peduli terhadap makam dan keluarga pahlawan sehingga tiap Hari Pahlawan diwajibkan ziarahdan memberikan bingkisan.

8. Tahun 2009 memperbaiki bangunan Yayasan Yatim Piatu Dharma Wanita Kab. Kuningan padahal sudah 30 tahun terabaikan.

9. Sangat dekat dengan karang taruna dan selalu mengisiceramah pada tiap kegiatan karang taruna kabupaten maupun kecamatan.

10. Briefing rutin di Kantor K3S dengan pekerja sosial profesional (mantan PSK dan Depsos)

11. Sebagai nara sumber pembinaan mental spiritual pada tiap pelatihan Tagana

12. Melalui TP.PKK Kabupaten bekerjasama dengan salah satu BUMN yang ada di Kuningan mengadakan program bedah rumah tidak layak huni dengan target 7000 rumah dan baru terealisasi sebanyak 4000 rumah dengan bantuan stimulant @ Rp.2.000.000,- sedangkan kalau dihitung biaya bedah rumah itu menghabiskan dana 15 – 25 juta rupiah ditambah swadaya masarakat.

13. Membantu kelompok usaha bersama (KUBE) PMKS dengan memberikan modal bergulir dari BK3S Provinsi Jabar, tiap thun 1 (satu) kube percontohan dibantu sebesar 10 juta rupiah.

14. Menyelenggarakan kegiatan Nikah Masal bekerjasama dengan Kementerian Agama RI Kab. Kuningan bagi orang-orang yang tidak mampu ataupun Nikah Siri.

15. Membantu meringankan beban keluarga tidak mampu yang sakit / mendapat musibah.

16. Memfasilitasi PMKS yag mengikutipendidikan / pelatihan

17. Ikut dalam Tim Penanggulangan Masalah Sosial dan memberikan solusi untuk pemecahannya.

18. Pada tahun 2009 menjadi Manager dalam lomba festifal band antar pelajar SLB tingkat nasional di Malang Jawa Timur, dan SLBN Taruna Mandiri Kuningan yang mewakili Jawa Barat mendudki peringkat ke 2 se Indonesia.

19. Sering mengunjungi yayasan korban narkotika dan memberikan bimbingan mental spiritual salah satunya adalah Yayasan Maha Kasih serta menjadi penceramah di tiap sekolah yang di jadwal oleh Granat Kuninga.

20. Memfasilitasi yayasan yang belum punya Akta Notaris pendiriannya untuk dibiayai oleh Pemerintah Kabupaten Kuningan sebagai prasyarat untuk mendapa bantuan permakanan, tahun 2010 sudah membantu 18 panti sebesar 63 juta rupiah hanya satu kali dan selanjutnya Kab. Kuningan tiap tahun mendapat bantuan dari Depsos RI sebesar miliaran rupiah.

21. Hasil pembangunan fisik dari PNPM, masyarakat sealu mengundang Hj. Utje untuk peresmian, sehingga masyarakat berlomba swadaya lebih besar