Selasa, 04 Oktober 2011
K3S Tasyakuran Gedung dan Bahas Persiapan Nikah Massal
Rabu, 27 Juli 2011
Kepedulian Hj. Utje CH. Suganda Terhadap Penyandang Cacat Berbuah Penghargaan
Kepedulian dan perhatian Hj. Utje Ch Suganda, S.Sos., selaku Ketua Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (K3S) Kuningan terhadap penyandang cacat membuahkan hasil dengan mendapatkan penghargaan dari Gubernur Jawa Barat H. Ahmad Heryawan yang diwakili Asisten 3 Kesos Provinsi Jabar Aif Rivai SH. M.Si. didampingi Hj. Netty Heryawan yang dikukuhkan sebagai Bunda PAUD Jawa Barat, Rabu (27/7) bertempat di Gedung Sate. Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional Tingkat Provinsi Jabar.
Piagam penghargaan Gubernur Jabar No. 002/Kep.961-BKD/2011 yang penerimaanya diwakili Ketua Harian K3S Kuningan Drs. Sobana ini, merupakan penghargaan yang lebih ditekankan atas keberhasilan Hj. Utje Choeriah Suganda, memberikan pembinaan dan mensuport anak-anak terutama penyandang cacat. Salah satunya telah mengantarkan Mimin Aminah siswa SLB C Perwari Ancaran merebut medali emas cabang Tenis Meja tingkat internasional (paralistik olimpiade Solina) di Atena Yunani pada Bulan Juni.
Asisten 3 Kesos Provinsi Jabar Aif Rivai SH. M.Si. menuturkan, momentum acara ini sangat tepat terutama berkenaan dengan perlindungan hak anak. Sehingga mereka akan tumbuh menjadi anak yang jujur cerdas, sehat dan bertanggung jawab karena masa depan bangsa ada pada mereka.
Sementara itu, Hj. Utje Ch Suganda mengatakan, memperhatikan dan peduli terhadap tumbuh kembang anak adalah kewajiban kita semua terutama yang berkebutuhan khusus. Kita harus sabar dan ikhlas untuk membentuk jiwa anak menjadi sejati mandiri dan kreatif.
“Sebagai contoh anak berkebutuhan khusus di Kabutaen Kuningan banyak yang berprestasi bukan hanya tingkat daerah, jabar, nasional bahkan dunia internasional. Salah satunya Mimin Aminah yang meraih mendali emas di tingkat internasional,”ungkap Hj. Utje Ch. Suganda yang juga Ketua TP. PKK Kabupaten Kuningan.
Kaitan dengan penerimaan penghargaan Hj. Utje Ch Suganda mengungkapakan, bahwa penghargaan yang telah diterima ini merupakan penghargaan bersama terutama masyarakat Kuningan yang telah memiliki kepedulian dan perhatian terhadap anak-anak terutama penyandang cacat/berkebutuhan khusus. Semoga penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus melakukan sesuatu yang bermanfaat untuk orang lain khususnya mereka yang memiliki kebutuhan khusus.
Adapun Program kegiatan K3S Kabupaten Kuningan yang telah dilaksanakan dikatakan Ketua Harian K3S Kuningan, menjadi bagian dari perintis pendirian SLBN Taruna Mandiri sebagai pilot project di tingkat provinsi Jabar oleh Mendiknas RI Prof. Dr. Muhamad Nuh, DEA., menggelar bhakti sosial Nikah Massal, mengikuti kegiatan Bina Wilayah TP.PKK Kabupaten Kuningan ke 32 Kecamatan dengan menyeleksi PMKS untuk Yayasan, Panti dan SLB, melaksnakan Baksos Ramadhan, memberikan santunan paket sembako dan pelayanan kesehatan, 50 orang operasi bedah minor dan 50 anak khitanan massal di GOR Ewangga Kuningan kerja bareng dengan Alumni SMAN 7 Jakarta angkatan ’79, Juara II tingkat Nasional Perstival Band diserahkan oleh Mendiknas RI di Buah Batu Malang, Jawa Tengah dan mendukung program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
Disamping itu melakukan Bina Wilayah ke 30 Orsos yang melaksanakan kegiatan Panti Asuhan Sosial Anak Asuh (PSAA) se-Kabupaten Kuningan mulai dari Bulan November s.d. Desember 2010. Kegiatan ini adalah terobosan baru dari K3S untuk melihat dari dekat keberadaan organisasi sosial yang melaksanakan kegiatan PSAA sehingga dapat menyerap langsung masukan dan permasalahan yang terjadi di lapangan.
Juga mendukung dan memberikan bantuan dana kegiatan bagi Tim PORCADA III Jawa Barat, Tim Pekan Olahraga Nasional (Pornas) SOINA dan Tim Lomba Keterampilan Siswa (LKS) Penyandang Cacat Kabupaten Kuningan Tahun 2010. Prestasi tertingggi diraih Tim Porcada III dengan menduduki peringkat Juara Umum ke 2 Tingkat Jawa Barat. (G/N)
Senin, 25 Juli 2011
Dana CSR BJB Bantu Rumah Tidak Layak Huni
Bertempat di Aula Gedung PKK Kabupaten Kuningan, Jumat 22 Juli 2011 Ketua TP. PKK Kabupaten Kuningan Hj. Utje Ch Suganda, sekaligus Ketua K3S Kuningan ,didampingi Wakil Ketua I Hj. Dadah Rochmana beserta para pengurus yang lainnya, merima bantuan dari Bank Jabar Banten (BJB) cabang Kabupaten Kuningan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).
Senin, 27 Juni 2011
Kuningan Segera Miliki Batik Khas Daerah
<!--[if gte mso 9]>
Batik telah ditetapkan UNESCO sebagai warisan budaya bangsa Indonesia. Penetapan ini ditinjau dari kondisi yang ada, dimana bangsa Indonesia telah mengembangkan warisan budaya ini sejak jaman dulu. Menanggapi penghargaan ini, tidak berlebihan jika setiap daerah di Indonesia saat ini berupaya untuk mengembangkan kekhasan batik di setiap daerahnya. Untuk beberapa daerah tertentu, memang sudah ada motif-motif yang menjadi ciri khas, seperti mega mendung dari Cirebon, batik Garut dengan warna-warnanya yang cerah, dan sebagainya.
Sayangnya, Kabupaten Kuningan belum memiliki motif batik khas daerahnya. Kalaupun ada, motif batik itu baru dikembangkan oleh kelompok tertentu dan pemasarannya pun terbatas. Padahal Kabupaten Kuningan memiliki keberagaman budaya, sejarah dan ciri khas daerah yang sudah lebih dulu dikenal, seperti kuda Kuningan, Ikan Dewa, keindahan Ciremai, Gedung Linggarjati, dan sebagainya.
Atas pertimbangan itulah Dekranasda Kabupaten Kuningan menyelenggarakan Lomba Desain Batik Khas Kuningan yang memperebutkan hadiah total sebesar 16,5 juta rupiah. Ternyata animo peserta cukup baik, terlihat dari sekira 150 karya peserta yang masuk dari berbagai latar belakang. Dari 150 karya peserta tersebut, akan dipilih 20 hasil terbaik oleh dewan juri, yang kompeten di bidangnya, di antaranya desainer batik dari Bandung, seniman batik dari Cirebon dan budayawan Kuningan. Dari 20 peserta akan dipilih 6 terbaik yang karyanya akan dipatenkan menjadi batik khas Kuningan. Untuk menjadi 6 terbaik ini, keduapuluh peserta harus mempresentasikan filosofi motif batik hasil karyanya dan mempertanggungjawabkan bahwa karyanya adalah karya orisinil, bukan jiplakan.
Penjurian rencananya akan dilaksanakan pada Kamis, 19 Mei 2011 di Gedung Sanggarriang Kuningan. Acara penjurian ini akan dimeriahkan pula dengan kegiatan pameran batik, pameran hasil karya peserta, fashion show busana batik, dan belajar membatik. Untuk pameran batik dan belajar membatik kegiatan akan digelar di halaman Sanggar riang dan terbuka untuk umum. Dengan hanya membayar 20 ribu rupiah, pengunjung dapat belajar membatik dan membawa pulang hasil karyanya masing-masing. Tak hanya itu, pengunjung pun dapat melihat hasil karya peserta desain batik khas Kuningan di tempat yang sama dan berbelanja batik yang disukainya.
Untuk itu, panitia penyeleggara mengundang kepada seluruh lapisan masyarakat Kuningan agar dapat ikut ambil bagian dalam kegiatan ini. Jika bukan kita sendiri, siapa lagi yang akan menghargai warisan bangsa kita ini. (Tatiek)
Kamis, 23 Juni 2011
Darma Jadi Percontohan Desa Perdaban
Sebanyak 27 desa yang mendapatkan program Desa Mandiri dalam Perwujudan Desa Perdaban yang terdiri dari Kabupaten Indramayu, Majalengka, Cirebon dan Kuningan. Diresmikan Gubernur Jawa Barat H. Ahmad Heryawan, Selasa (14/6). dipusatkan di Desa Darma Kecamatan Darma. Penunjukan lokasi ini dikarenakan pelaskanaan program di Desa Darma sangat baik dan pantas menjadi percontohan untuk tingkat nasional kendati program ini hanya ada ditingkat Jabar. Adapun besarnya dana yang diterima oleh masing-masing desa adalah sebesar 1 milyar rupiah yang bersumber dari APBD Provinsi Jawa Barat Tahun Anggaran 2010.
Kemajuan peradaban di desa Darma begitu tampak, sehingga Desa Darma tak ubahnya wilayah yang memiliki sarana modern. Disini berdiri kokoh kantor balai desa dan masjid yang megah dan besar ditambah lagi pasilitas lapang yang bertepatan ditengah-tengah pemukiman. Bahkan disini juga ada pertumbuhan ekonomi dengan memiliki pasar, dan tingkat pendidikan pun begitu dengan adanya sarana pendidikan.
Melalui program ini telah dilakukan pembangunan diantaranya, Renovasi balai desa, pembangunan sanitasi/WC SDN Darma 2, rehabilitasi jalan gang, senderan dan drainase, rehabilitasi rumah tidak layak huni, Rehabilitasi mesjid Jamie dengan pembangunan tempat wudlu serta pembangunan warung PKL blok Cibitung.
Dikatakan Bupati Kuningan H. Aang Hamid Suganda, program ini telah memberikan perubahan tatanan kehidupan masyarakat di desa ke arah yang lebih baik. yang diindikasikan dengan meningkatnya infra struktur perdesaan dan kegiatan perekonomian masyarakat desa yitu adanya badan usaha milik desa dan usaha ekonomi produktif.
"Program yang telah dilaksanakan dengan hasil pembangunan fisik atau pun non fisik agar benar-benar dapat dimanfatkan hasilnya dan juga dapat dijaga, dipelihara dan melestarikannya apa yang telah dibangun,". ungkapnya.
Dengan adanya program ini diungkapkan Bupati Kuningan, akan berdampak mendorong tumbuh dan berkembangnya prakarsa dan swadaya gotong royong masyarakat, meningkatkan kapasitas kelembagaan dan organisasi yang berakar pada masyarakat desa dan membangun sinergi berbagai kegiatan pembangunan yang dilaksanakan di desa dalam konteks kewilayahan.
Disamping itu, mendorong tumbuhnya kesalehan sosial dengan wujud kesetiakawanan sosial dalam konteks pembangunan desa, dan meningkatkan peran dan fungsi lembaga masyarakat terutama dalam menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap pelaksanaan program-program pembangunan desa
“Setelah berhasil ditahun ini, direncanakan untuk 2012 program ini akan ditambah hingga 150-200 desa di Jawa Barat, tentunya dengan memperhatikan kualitas dan kuantitas,” ungkap Gubernur Jabar dimana kehadirannya menggunakan Helikopter yang lending di lapang Desa Darma. (N).