Selasa, 11 Mei 2010

Desa Bendungan Dievaluasi Tingkat Jabar



Desa Bendungan Kecamatan Lebakwangi setelah terpilih menjadi juara ke-1 lomba desa tingkat Kabupaten. Selasa (11/5) diuji kembali untuk perlombaan tingkat provinsi. Tim penilai dari tingkat provinsi diketuai Drs. Ismail, M.Pd. didampingi 6 anggota lainnya yang siap mengevaluasi 8 indikator yang di ujikan.

Terpilihnya Desa Bendungan sebagai Desa terbaik merupakan suatu hal yang wajar. Karena saat kita berada disana bukan hanya tekstur gedung desa yang represntatip, melainkan penataan administasi juga beraturan. Dan hal yang lebih menarik desa ini lingkungannya bersih ditambah lagi masih banyaknya pohon-pohon dihalam rumah, begitu juga masyarakatnya tampak guyub. Saat tim penilai dari provinsi dan rombongan dari Kuningan hadir. Disambut dengan upacara adat. Sehingga terlihat bahwa desa ini masih memegang tradisi budaya seni

Dalam arahannya Wakil Bupati Kuningan Drs. Momon Rochmana, mengungkapakan, pelaksanaan kegiatan perlombaan desa dirasakan sangat relavan sebagai salah satu alat penilaian keberhasilan masyarakat, dengan cara meneliti dan menilai kreativitas, aktivitas, ide. “Dan semangat masyarakat dalam membangung desa serta adanya perkembangan desa 2 tahun,”katanya.

Kaitannya dengan kegiatan pembangunan yang dilakukan desa, belum lama ini telah dilakukan penililain lomba desa tingkat kabupaten,.Dikatakannya, dari hasil penilaian tim tingkat Kabupaten Kuningan telah menetapkan bahwa Desa Bendungan Kecamatan Lebakwangi telah berhasil meraih juara ke -1 tingkat kabupaten.

“Prestasi ini merupakan hasil kerja keras, kemaun dan yang tinggi dan partisipasi aktif dari seluruh warga masyarakat dalam membangun desanya.Untuk itu dalam kesempatan ini, berharap semoga dalam perlombaan desa tahun ini. Desa Bendungan akan meraih sukses untuk mewakili Jawa Barat ke tingkat nasional,” harapnya.

Lebih lanjut Kepala Desa Bendungan H. Andi Wijaya memaparkan, perkembangan kemajuan desa kurun waktu 2 tahun diberbagai bidang, meliputi bidang pendidikan adanya peningkatan pencapaian wajar Dikdas 9 tahun, penurunan angka Drop Out dan memiliki prasarana pendidikan berupa 2 gedung SD, 2 gedung madrasah diniyah, 1 TK dan 1 PAUD. Lalu bidang kesehatan adanya peningkatan derajat kesehatan ditandai dengan tidak tedapat angka kematian ibu dan bayi, cakupan imunisasi salalu mencapai target, meningkatnya cakupan pemenuhan air bersih dan jamban keluarga.

Untuk bidang ekonomi, adanya kondisi yang mendukung dengan menurunnya angka pengguran, meningkatnya pendpaatan dari sektor pertanian, kehutanan, perkebunan, peternakan, perikanan, perdagangan, dan sektor jasa. Ditambah menganai pemberdayaan ekonomi, adanya warung makan, home indsutri, angkutan dan lembaga keuangan mikro.

Bidang keamanan dan ketertiban, adanya partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kemanan dan ketertiban, dan adanya kesadaran menataati norma yang ada. Sedangakan bidang partisipasi masyarakat, swadaya masyarakat tercatat mencapai 770 juta, partisipasi politik cukup besar.

Kaitannya dengan bidang pemerintahan desa, dia menyebutkan, bahwa administrasi desa tersedia lengkap dan dikerjakan, tertib administrasi produk hukum meliputi peraturan desa dan lainnya. Dan tak kalah pentingnya mengenai Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga. Disini memiliki peran dalam upaya peningkatan peranan ibu-ibu untuk kesejahteraan keluarga.
Sementara itu Ketua tim penilai dari tingkat provinsi Drs. Ismail, M.Pd. menuturkan, penilaian ini sebagai alat atau sarana untuk mengevaluasi sejauh mana pembangunan yang telah dilakukan, tentunya dilihat dari 8 indikator, diantaranya pendidikan masyarakat, kesehatan masyarakat, ekonomi masyarakat, keamanan dan ketertiban, kelembagaan, partisipasi masyarakat dan pemberdyaan kesejahteraan keluarga.

Dalam kegitan ini. Turut hadir juga Kapolres Kuningan Dra. Hj. AKBP Yoyoh Indayah, M.Si. Dandim 0615 ARM. Mulyono, Kepala Kejakasan Negeri, Kepala Pengadilan Negari, Ketua DPRD Kuningan H. Acep Purnama, SH. Ketua TP. PKK Kuningan Hj. Utje CH Suganda. (N)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar